Mengenal 17 Model Atap Rumah + Kelebihan dan Kekurangannya

Ketika membangun sebuah rumah, memilih jenis atap bisa menjadi pilihan yang cukup sulit. Bukan saja sebagai pelindung rumah dari elemen luar, bentuk atap juga memiliki peran utama dalam menentukan seluruh tampilan gaya rumah. 

Atap memiliki nilai seni dan dapat membangun karakter dari sebuah bangunan. Dengan memilih atap yang tepat, anda bisa memperoleh proteksi yang lebih besar maupun kesan elegan. Tentunya, anda harus memilih model atap rumah apa yang bisa membuat hunian lebih aman dan sempurna. 
jenis atap rumah
Di Indonesia dulu sudah dikenal model atap joglo. Kemudian, seiring waktu, atap pelana juga banyak diaplikasikan. Kini, model atap datar juga sudah eksis pada rumah minimalis hingga hunian modern. Tentunya tidak hanya itu model atap rumah, karena masih ada banyak model atap dengan bentuk unik dan cantik yang bisa menjadi pertimbangan. 

Untuk menentukan model atap, jangan dulu terpaku pada kepopuleran alias gaya yang sudah umum digunakan. Anda juga bisa menjadikan hunian lebih unik dengan model atap yang jarang diaplikasikan di Indonesia. Namun, tetntu saja harus mempertimbangan kelebihan dan kelemahan dari jenis atap rumah tersebut. 

Berikut beberapa model atap rumah yang bisa menjadi inspirasi :

1. Atap Pelana (Gable)

atap pelana

Model atap ini sangat populer di Indonesia dan juga AS. Sesuai namanya, atap pelana adalah bumbungan atap rumah yang menyerupai pelana kuda. Karakter utama dari atap pelana adalah kesederhanaan dan kemudahan dalam pembuatannya. Struktur atap pelana hanya terdiri dari dua sisi miring yang ditopang dinding berbentuk segitiga. Selain dinding, ada juga yang ditopang dengan material kayu, baja ringan dan besi. 

Atap pelana memang banyak diminati. Selain sederhana dan hemat waktu dalam pengerjaan, budget yang dikeluarkan juga terbilang hemat. Model atap rumah yang populer ini mudah ditemukan di kampung, pedesaan hingga kota besar.

Kelebihan Atap Pelana :
  • Mudah menumpahkan air karena bentuk miringnya. 
  • Menyediakan banyak ruang pada loteng dan memungkinkan lebih banyak ventilasi.
  • Hemat material struktur.
  • Tidak mudah bocor dan baik menyerap panas. 
  • Pemasangan mudah dan cepat.
Kekurangan Atap Pelana :
  • Bisa bermasalah saat angin kencang, sehingga harus bingkai harus dibangun dengan benar. 
  • Sisi atap yang sering terkena panas dan hujan membuatnya mudah retak. Sehingga perlu menggunakan cat eksterior dan menambahkan overstek pada atap. 

2. Atap Perisai (Hip)

atap perisai

Atap perisai terdiri dari empat sisi. Jika dilihat terdapat dua bidang trapesium dan dua bidang segitiga yang bertemu pada satu garis bubungan jurai dan bubungan atas. Sama seperti atap pelana, model atap rumah perisan juga sering diaplikasikan pada banyak hunian di Indonesia. Dibanding atap pelana, model atap ini desainnya lebih modern dan banyak digunakan pada desain rumah minimalis.

Kelebihan Atap Perisai :
  • Lebih stabil dibanding atap pelana.
  • Sangat baik jika ada angin kencang. 
  • Mudah menumpahkan air hujan. 
  • Menyediakan banyak ruang pada loteng dan memungkinkan lebih banyak ventilasi.
Kekurangan Atap Perisai  :
  • Pembangunan lebih mahal daripada atap pelana. 
  • Desain yang kompleks membutuhkan lebih banyak bahan bangunan. 
  • Jika sistem atap tidak dibuat dengan benar, bisa menyebabkan bocor. 

3. Atap Mansard

arap mansard

Model atap rumah ini juga disebut dengan atap prancis, atap trotoar atau atap pinggul. Atap Mansard memiliki empat sisi yang ditandai dua lorong di setiap sisinya dengan kemiringan yang lebih rendah. Tampilannya seperti dua atap yang tampak bersusun. Atap rumah yang banyak diaplikasikan di Eropa ini memang unik dengan bentuk semi persegi yang menyelimuti rumah. 

Kelebihan Atap Mansard :
  • Dapat menciptakan banyak ruang tambahan, seperti loteng atau garret (loteng penuh untuk tempat tinggal).
  • Sangat cocok bagi yang suka fleksibilitas untuk membuat tambahan rumah di masa depan. 
Kekurangan Atap Mansard :
  • Bagian atap mansard dengan kemiringan rendah tidak ideal untuk daerah yang menerima hujan lebat. 
  • Biasanya harganya lebih mahal dari atap biasa karena hiasan dan detail di dalamnya. 

4. Atap Gambler

atpa gambler

Atap Gambler disebut juga dengan atap gudang, merupakan ciri dari bangunan Belanda dan Georgia. Desainnya mirip seperti atap mansard. Bedanya, atap gambrel hanya memiliki dua sisi, sedangkan mansard memiliki empat sisi. Seperti atap mansard, sisi bawah atap gambler memiliki kemiringan yang hampir vertikal dan curam, sedangkan kemiringan bagian atasnya lebih rendah.

Kelebihan Atap Gambler :
  • Dapat menciptakan banyak ruang tambahan, seperti loteng, garret (loteng penuh untuk tempat tinggal), gudang dan lain sebagainya. 
  • Konstruksinya cukup sederhana, hanya menggunakan dua balok atap dengan sambungan buhul. Sehingga bahan yang dibutuhkan lebih sedikit. 
Kekurangan Atap Gambler :
  • Tidak direkomendasikan untuk daerah yang berangin kencang atau sering hujan lebat, karena bisa menyebabkan atap runtuh di bawah tekanan cuaca ekstrim. 
  • Perlu dibangun dengan baik dan dirawat secara teratur untuk memeriksa kerusakan akibat badai maupun hujan lebat.
  • Perlu menambahkan jendela untuk menambah cahaya ke ruang tambahan. Ini tergantung selera. 

5. Atap Datar (Flat)

atpa datar

Bagi yang suka desain minimalis dan modern, pasti model atap rumah satu ini menjadi pilihan. Tampilan atap datar memang datar, tetapi tidak benar-benar datar karena pasti ada sedikit kemiringan untuk aliran air dan drainase. Model atap ini umumnya digunakan pada bangunan industri atau komersial. Namun, atap datar juga diaplikasikan pada hunian di daerah curah hujan tinggi dan rendah. Baca : 60 Desain Idaman Rumah Modern Masa Kini

Kelebihan  Atap Datar :
  • Bagian atap bisa dimanfaatkan untuk teras, taman atau ditutup sebagian untuk penthouse
  • Lebih mudah dibangun daripada atap berbentuk lainnya. 
  • Membutuhkan lebih sedikit bahan bangunan membuatnya hemat biaya. 
  • Rumah terlihat lebih modern dan elegan. 
Kekurangan Atap Datar :
  • Meski biaya pembangunan lebih murah, bisa menjadi lebih mahal dalam jangka panjang karena pemeliharaan dan perbaikan atap. 
  • Rentan terhadap genangan air dan kebocoran. 
  • Tidak disarankan untuk daerah curah hujan tinggi. 
  • Tidak disarankan juga untuk rumah yang lebar, karena semakin lebar atap akan membuat tingkat kestabilan berkurang. 

6. Atap Sandar (Skillion)

atap sandar

Atap sandar sering disebut juga sebagai atap gudang atau lean-to. Model atap rumah ini berupa atap tunggal miring, biasanya menempel pada dinding yang lebih tinggi. Dulunya atap sandar ini hanya untuk bangunan tambahan seperti garasi, gudang maupun beranda. Kini, atap sandar banyak digunakan pada seluruh struktur rumah gaya modern. 

Kelebihan Atap Sandar : 
  • Mudah dirakit dan menggunakan bahan bangunan yang lebih sedikit dibanding model atap rumah lainnya. 
  • Desainnya yang miring curam memungkinkan air mengalir dengan mudah.
  • Dapat digunakan untuk menambah daya tarik estetika. 
Kekurangan Atap Sandar : 
  • Bila kemiringan atap terlalu tinggi, plafon rumah menjadi rendah. 
  • Tidak cocok untuk daerah yang sering mengalami angin kencang.

7. Atap Jerkinhead

atap jerkinhead

Atap Jerkinhead merupakan desain kombinasi dari atap pelana dan perisai. Atap ini bisa disebut sebagai atap pelana dengan ujung melengkung - dipoton pendek mengarah ke bawah. Biasanya model atap rumah ini juga disebut sebagai atap hip inggris. Atap rumah ini memang jarang diaplikasikan di Indonesia, tetapi tak ada salahnya untuk mencoba guys!

Kelebihan Atap Jerkinhead : 
  • Lebih stabil daripada atap pelana biasa, karena lebih tahan terhadap terpaan angin. 
  • Menyediakan lebih banyak ruang pada loteng bawah atap.
  • Memberikan penguatan yang lebih baik. 
  • Desain yang unik dan cantik untuk minat arsitektur. 
Kekurangan Atap Jerkinhead : 
  • Desain yang kompleks membuat biaya pembuatan lebih tinggi. 

8. Atap Kupu-kupu

atap kupu-kupu

Seperti namanya, model atap rumah ini berbentuk V yang dibangun dari dua potong tandem yang miring keluar, sedangkan bagian tengahnya miring ke bawah menjadi sebuah lembah. Atap yang mirip sayap kupu-kupu ini sangat populer untuk desain rumah modern, ramah lingkungan dan rumah tropis. 

Kelebihan Atap Kupu-kupu : 
  • Sudut atas tepi luar memungkinkan untuk menggunakan jendela yang lebih besar. Sehingga memberi cahaya alami yang cukup banyak. 
  • Bagian lembah pada atap memudahkan air yang jatuh pada titik tengah. Bisa dimanfaatkan untuk area kering, seperti memasang pipa, tong atau tipe reservoir air lainnya untuk tujuan tersebut. 
  • Cocok untuk rumah ramah lingkungan. Panel surya PV, sistem pengumpulan air dan cahaya alami dapat diaplikasikan dengan mudah. 
Kekurangan Atap Kupu-kupu : 
  • Kompleksitas desain membuat atap kupu - kupu lebih mahal dibandingkan atap konvensional. 
  • Sistem drainase bisa tersumbat, menyebabkan air tergenang atau bocor.  Seiring waktu, hal ini dapat melemahkan pilar yang dapat menyebabkan atap runtuh. Jadi memastikan atap kedap air sangat penting. 
  • Desain terbuka dan jendela-jendela tinggi dapat mempersulit pengaturan suhu di dalam rumah. 

9. Atap Joglo / Bonnet

atap joglo

Di Indonesia, model atap bonnet seperti model atap joglo, yang memiliki kemiringan ganda dengan kemiringan lebih rendah dari kemiringan bagian atas - seperti Mansard terbalik. Kemiringan bagian bawah tergantung di sisi rumah, menjadikan penutup yang sangat baik untuk teras terbuka. Model atap joglo tidak biasa digunakan pada rumah modern dan banyak digunakan pada rumah tradisional jawa. Baca : 25+ Desain Rumah Minimalis Gaya Jawa Modern. 

Kelebihan Atap Joglo :
  • Kemiringan curam pada bagian atas menyediakan ruang (loteng) kecil yang bisa dimanfaatkan untuk jendela, meski jarang. 
  • Atap bawah yang menjorok memberikan perlindungan bagi teras, serta membantu melindungi dinding dari kerusakan yang disebabkan oleh air. 
  • Air hujan mudah mengalir dari atap atas. Struktur pinggul yang dimodifikasi membuatnya lebih tahan lama dibanding atap pelana. 
Kekurangan Atap Joglo :
  • Desain yang kompleks membutuhkan lebih banyak bahan bangunan. Tentunya cukup sulit dalam pembangunannya. 
  • Membuat atap joglo atau bonnet lebih mahal daripada desain lain yang lebih sederhana. 
  • Meski air mudah mengalir dari atap atas, ada lembah dimana atap atas dan bawah bertemu. Hal ini dapat menyebabkan air tergenang. Sehingga perlu dilakukan pencegahan pada area tersebut.
  • Tidak cocok untuk hunian modern. 

10. Atap Kubah

atap kubah

Desain atap kubah cenderung dengan mesah megah dan mewah. Selain untuk hunian, model atap kubah juga diaplikasikan pada masjid. Biasanya kubah diletakkan di tempat tertinggi bangunan sebagai atap. Biasanya desain atap kubah atau dome ini dilengkapi dengan kaca mozaik agar tampak klasik dan cantik. Memang atap kubah digunakan untuk memberikan kesan berkelimpahan bak rumah nigrat.

Kelebihan Atap Kubah : 
  • Menunjukkan kesan mewah dan megah pada hunian. 
  • Hanya cocok diaplikasikan pada rumah yang besar dan luas. 
  • Dapat menunjukkan kesan klasik ala bangunan kolosal jaman dulu. 
  • Indah dalam desain dan tahan lama
Kekurangan Atap Kubah : 
  • Tidak cocok untuk hunian minimalis. 
  • Kompleksitas atap kubah membuatnya mahal untuk dibangun. Namun, tetap tergantung pada strukturnya. 

11. Atap Miring / Saltbox

atap miring

Rumah dengan ata[ miring merupakan variasi dari desain kolonial dan muncul dari adanya kebutuhan banyak ruang. Model atap ini asimetris dalam desainnya, dengan satu sisi lebih panjang, sedangkan satunya lebih pendak dan lebih miring. Rumah ini sangat populer di Inggris dan Amerika. 

Kelebihan Atap Miring :
  • Kemiringan membuat air mudah mengalir, sehingga cocok diaplikasikan pada daerah yang menerima curah hujan lebat. 
  • Desain asimetris membuatnya lebih tahan lama daripada atap pelana sederhana. 
  • Dapat menambah banyak ruang. 
  • Sangat menarik dan tampak klasik pada eksterior. 
Kekurangan Atap Miring : 
  • Desain yang rumit membuat biaya pembangunan lebih tinggi. 
  • Meski memiliki banyak ruang yang bisa digunakan, beberapa kamar dibawahnya mungkin memiliki langit-langit yang miring. 

12. Atap Gergaji / Sawtooth


atpa gergaji

Atap gergaji merupakan perpaduan dua atau lebih atap paralel dimana permukaannya miring - vertikal bergantian. Atapnya menyerupai tampilan samping mata gergaji. yang dulunya banyak digunakan pada bangunan industri komersial. Kini, model atap rumah ini juga digunakan dalam desain rumah modern untuk menambah estetika.

Kelebihan Atap Gergaji : 
  • Jendela yang ditempatkan pada atap vertikal memungkinkan banyak cahaya alami di dalam rumah. 
  • Atap yang lebih tinggi dapat dimanfaatkan untuk langit-langit berkubah atau ruang tamu loteng.
  • Kombinasi diatas menjadikan model atap gergaji sangat baik untuk rumah ramah lingkungan. 
Kekurangan Atap Gergaji :
  • Desain dan kompleks membuat biaya pembuatannya dan perawatannya terbilang mahal. 
  • Menambahkan jendela pada atap menciptakan peluang lebih besar untuk kebocoran air.

13. Atap Melengkung

atap melengkung

Model atap melengkung memiliki bentuk yang sederhana dengan sisi dinamis. Atap rumah ini mirip dengan atap sandar, tetapi bentuknya lengkung. Desain atap yang unik dan kreatif ini dapat bervariasi dari lengkungan  landai, lengkungan tinggi, lengkungan mengikuti arah denah, lengkungan terbalik, melengkung sebagian dan sebagainya. 

Tak hanya untuk rumah, kesan unik dan megah pada atap lengkung juga banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan besar seperti tempat perbelanjaan, gedung olah raga, pertokoan, dan sebagainya. 

Kelebihan Atap Melengkung :
  • Bentuknya yang elastis dari luar juga memberikan bentuk halus di dalam rumah.
  • Dapat digunakan untuk menutupi seluruh rumah atau satu bagian, seperti terang melengkung, pintu masuk melengkung dan lain sebagainya. 
  • Karena pasti dirancang arsitek, model atap rumah melengkung bisa disesuaikan. Contohnya di daerah berangin, atap dengan kemiringan rendah akan lebih tahan lama, sedangkan pada daerah curah hujan tinggi, bisa membuat lebih banyak lengkungan agar air mudah mengalir. 
Kekurangan Atap Melengkung :
  • Biaya pembangunannya tergantung kompleksitas desain. 

14. Atap Piramida / Atap Limas

atap limas

Atap piramida atau atap limas adalah jenis atap pinggul, dimana keempat sisinya sampai pada titik di atas atap, tidak ada sisi vertikal. Sebagian besar atap piramida digunakan pada bangunan kecil seperti bungalow dan kabin. Biasanya model atap ini juga digunakan untuk struktur tambahan seperti kolam rumah, garasi dan bangunan tempat penyimpanan. 

Kelebihan Atap Piramida :
  • Sangat tahan terhadap angin, sehingga sangat cocok untuk daerah rawan badai dan angin kencang.
  • Kemiringan atap menyediakan ruang ekstra untuk ventilasi, loteng atau langit-langit yang tinggi. 
  • Cocok untuk hunian minimalis. 
Kekurangan Atap Piramida :
  • Membutuhkan budget tinggi karena menggunakna bentuk kuda-kuda yang lebih banyak. 
  • Membutuhkan desain yang lebih detal dan teliti. 
  • Rawan bocor pada bagian jurai jika pengerjaannya tidak benar. 

15. Atap Hexagon

atap haksagon

Desain atap yang terbilang rumit ini banyak digunakan pada gazebo. Atap ini dibentuk dari enam panel atap segitiga dan enam kasau pendukung. Atap ini membuat gazebo lebih menonjol, membuatnya unik dan indah di halaman rumah atau taman komersial. 

Kelebihan Atap Hexagon :
  • Memiliki bentuk mungil dan indah
  • Cocok diaplikasikan pada gazebo di rumah.
  • Bisa dibuat dari berbagai jenis material (kayu, besi, dst), sesuai dengan gaya rumah. 
Kekurangan Atap Hexagon :
  • Tidak cocok untuk bangunan utama, kecuali jika memiliki menara. 
  • Pembuatannya cukup rumit.

16. Atap Clerestory

atap clerestory

Model atap clerestory adalah atap dengan dinding vertikal yang terletak diantara dua sisi miring, yang menampilkan deretan jendela (satu jendela yang berjajar banyak) - disebut dengan clerestory windows. Atap clerestory bisa dimetris dengan desain tipe hip atau gable, atau bsia asimetris, menyerupai skillion..Fitur utama model atap ini adalah menggabungkan deretan jendela di panel vertikal yang cukup tinggi. 

Kelebihan Atap Clerestory : 
  • Jendela ini akan menerangi banyak ruang interior, membuat sinar matahari masuk secara maksimal, tetapi panas yang masuk ke dalam rumah tetap minimal. 
  • Dapat diaplikasikan pada bangunan umum seperti gereja, kuil, istana, stasiun, dan sebagainya. 
  • Menjaga privasi di area yang lebih padat. 
Kekurangan Atap Clerestory : 
  • Kekurangan jendela bisa kehilangan cahaya alami atau justru kepanasan di dalam ruangan. 
  • Dapat memiliki dampak negatif pada keseimbangan termal rumah. 
  • Sulit untuk menemukan tirai atau penutup jendela lainnya untuk jendela.

17. Atap Kombinasi

atap kombinasi


Atap kombinasi merupakan desain gabungan dari atap-atap dari berbagai model dan fitur desain. Misalnya, rumah bisa memiliki atap runcing dengan skillion di atas teras, atap runcing dengan kubah dan berbagai kombinasi model atap lainnya. Menggabungkan berbagai gaya atap dapat menambah estetika pada hunian. 

Kelebihan Atap Kombinasi :
  • Menambah daya tarik arsitektur sebuah rumah. 
Kekurangan Atap Kombinasi :
  • Semakin kompleks desainnya, semakin mahal harganya. 
  • Menambahkan banyak jenis pitch dan atap membutuhkan lebih banyak jenis bahan bangunan dan tenaga kerja. 
  • Menggabungkan model atap yang berbeda selalu menambah lembah di atap. Ini adalah area atap terlemah dimana air dapat menggenang, menyebabkan bocor. 

Itu adalah beberapa model atap rumah yang banyak digunakan pada hunian di dunia, termasuk Indonesia. Saat memilih atap, sebaiknya tentukan lebih dulu jenis apa yang tidak berfungsi di daerah anda, untuk mempersempit pilihan. Kemudian, pertimbangkan kebutuhan, apakah anda membutuhkan tambahan ruang atau suka membangun rumah yang ramah lingkungan. Terakhir, tentukan gaya yang tepat dan menarik untuk memiliki atap rumah impian anda.