Mengenal Baja Ringan, Pengganti Rangka Kayu Atap Rumah

Atap merupakan elemen penting yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam bangunan, sekaligus mempercantik desain rumah dengan model atap yang beragam bentuknya. Tidak hanya beragam model, bahan konstruksi rangka atap juga bermacam-macam, mulai dari kayu, baja dan baja ringan. 

Banyak bahan digunakan dalam konstruksi atap dan tidak semuanya menawarkan kekokohan yang sama, terlebih seiring berjalannya waktu. Baja ringan menjadi salah satu material yang banyak diminati di berbagai industri. Baja ringan memiliki kemampuan las dan machinability yang tak tertandingi, menyebabkan peningkatan eksponensial dalam penggunaannya. 

baja ringan
Sebelum membahas lebih jauh, tentu anda berfikir, baja ringan itu apa sih?. Nah, baja ringan adalah baja canai dingin keras yang diproses kembali komposisi atom dan molekulnya, sehngga menjadi baja yang lebih fleksibel. Baja ringan terbuat dari galvalum (material baja) dengan pelapisan yang mengandung unsur karbon, aluminium dan zinc yang tahan korosi dan sesuai standart ISO. 

Jika sebelumnya material kayu banyak digunakan untuk membangun atap rumah, kini banyak yang beralih ke baja ringan. Memang banyak orang bingung ketika menentukan material rangka atap. Kali ini akan dibahas segala hal tentang Baja Ringan, mulai dari jenis, sifat, kelebihan dan kekurangannya. Check it out!.

Profil Baja Ringan

baja ringan
Baja ringan terbuat dari bahan dasar baja dengan sifat sangat kaku, sehingga kuat untuk menopang beban berat. Hadirnya baja ringan dapat menggantikan penggunaan kayu. Dengan kata lain, akan memiliki rangka atap yang ringan, lebih tipis dan kuat. 

Berikut beberapa jenis baja ringan :
  1. Baja Ringan Kaso (Trus) : Baja ringan yang cocok untuk kaki utama (tiang utama). Memiliki tiga profil yaitu Z, W dan C yang berfungsi sebagai batang struktural yang memiliki ketebalan 0,8-1 mm. Pemakaiannya disesuaikan kebutuhan dengan proses pengerjaan yang singkat. 
  2. Baja Ringan Reng (Profil B) : Reng adalah penahan genteng yang biasanya terbuat dari bambu. Baja ringan reng memiliki bentuk trapesium tipis, membuat tampilan bangunan lebih bagus. 
  3. Baja Ringan Taso : Berbentuk bidang seperti huruf A yang berguna mengikat profil B. Ukurannya yang tipis bisa menghasilkan desain yang modern. 

Di Indonesia, mencari baja ringan terbaik bisa ditentukan dengan adanya logo SNI. Ada beberapa merk yang hadir dengan standarisasi terbaik, yaitu merk Taso, Alfaprima, CBM, Cilegon Steel, Andal Prima dan BMT. 

Kelebihan Atap Baja Ringan

baja ringan
Baja ringan merupakan material bangunan baru yang lebih efisien digunakan dan banyak digunakan sebagai pengganti kayu. Berikut beberapa kelebihan atap baja ringan :
  1. Tidak mudah berkarat dan cukup tahan pada cuaca ekstrim. Tidak perlu melakukan finishing secara berkala. 
  2. Dapat dibentuk mengikuti variasi model atap bangunan yang anda suka, karena sifatnya yang fleksibel. Namun untuk penyesuaiannya tidak boleh dilakukan sembarangan karena perlu perhitungan struktur yang akurat. 
  3. Anda bisa menggunakan berbagai jenis genteng pada rangka baja ringan, seperti keramik, asbes, kaca maupun beton.
  4. Tidak mudah memuai dan menyusut.
  5. Massanya yang ringan memudahkan pekerja untuk memasang maupun membongkarnya. Sistem sambungan rangka baja ringan juga tidak rumit, membuat pekerjaan lebih efisien. 
  6. Memiliki kelenturan yang lebih baik (tegangan tarik 550 Mpa) dibanding baja konvensional (300 Mpa). Sehingga dapat menyerap energi dalam jumlah lebih besar. 
  7. Dapat didaur ulang dan digunakan untuk membuat konstruksi bangunan lagi, sehingga tidak berdampak pada kerusakan lingkungan. Penggunaannya juga memperkecil rasio penggundulan hutan. 

Kekurangan Atap Baja Ringan

  1. Karena kualitas yang baik, harga baja ringan cukup mahal dan masih ada kelengkapan lainnya seperti reng, kanal, sekrup, aluminium foil, genteng metal dan sebagainya. 
  2. Karena sifatnya yang ringan, resiko terbawa angin sangat tinggi jika tidak dipasang dengan benar. Sambungan yang hanya menggunakan baut dapat beresiko terlepas dan terbawa angin. 
  3. Semakin berat jenis penutup, kerangka harus semakin rapat. Rapatnya kerangka baja ringan dapat menurunkan nilai estetikanya, apalagi jika diaplikasikan pada rumah minimalis yang menggunakan atap transparan. 
  4. Atap baja ringan dapat membuat rumah terasa panas. Sehingga atap baja ringan harus ditutup kayu atau genteng agar terlindung dari panas. 
  5. Struktur jaringan harus dihitung dengan matang agar tidak berakibat fatal atau roboh.

Sebelum memilih menggunakan atap baja ringan, sebaiknya pertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangannya. Baja ringan memang cenderung lebih awet dan tahan lama, tetapi proses pemasangan dan sambungannya hanya menggunakan baut. Jadi, jika anda bermukim di daerah rawan angin, sebaiknya tidak menggunakan jenis atap baja ringan. 


Jenis Atap Rangka Baja Ringan

Instalasi baja ringan bervariasi dan bisa disesuaikan dengan model atap. Entah itu atap utama, kanopi atau skylight. Jika anda menggunakan baja ringan untuk rangka atap, anda bisa memilih beberapa jenis atap yang cocok untuk rangka baja ringan.
  1. Atap Polycarbonate : Kuat dan tahan goncangan. Lebih unggul dari atap kaca.
  2. Atap uPVC Alderon : Mudah dibersihkan dan tahan lama.
  3. Atap Fiber : Kuat, ringan dan bening seperti polycarbonate dan tahan terhadap bahan kimia. 
  4. Atap PVC / Vinyl : Harga ekonomis, tahan sinar UV dan memiliki banyak pilihan warna. 

Atap Polycarbonate dan uPVC Alderon menjadi pilihan yang populer karena harga ekonomis dan sifatnya yang kuat dengan perawatan rendah. Namun, untuk menentukan atap apa yang ingin digunakan, sesuaikan dengan budget anda. 

Rangka Atap Baja Ringan atau Kayu?

baja ringan

Pertanyaan ini sering muncul ketika membangun atau merenovasi bangunan. Selama ini kayu memang banyak digunakan untuk membuat rangka atap rumah, tetapi kini material atap mulai beralih ke baja ringan. Untuk menentukan pilihan mana yang lebih baik, setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan baja ringan, anda harus mempertimbangkan beberapa aspek. 

Pertama, harga beli dengan budget anda. Rangka atap kayu kelas satu(1) dan baja ringan kelas satu, harganya tentu lebih mahal rangka kayu karena pemasangannya yang lebih lama dan harga beli yang mahal. Itupun belum termasuk harga pekerjaan penutup atap. 

Kedua adalah daya tahan kayu dan baja ringan. Rangka kayu kelas satu atau kelas dua(2), jika dilindungi dari masuknya air, keawetannya bisa mencapai 15-20 tahun, sedangkan kayu kelas tiga(3) bisa awet sampai 10 tahun. Jika kayu tidak berhubungan dengan tanah lembab, keawetan kayu kelas satu dan dua bisa tidak terbatas dan tidak akan terserang rayap. 

Sedangkan daya tahan baja ringan bisa diketahui dari spesifikasinya. Kelemahan utama baja ringan adalah karat. Bahan baja ringan ada yang menggunakan galvalum dan galvanis. Material galvanum akan lebih tahan lama dari karat. Oleh karena itu, sebaiknya memilih material baja ringan yang bergaransi karat minimal 25 tahun agar keawetannya bisa mencapai 50 tahun.

Ketiga adalah tentang pemeliharaannya. Rangka atap baja ringan yang menggunakan genteng metal hampir tidak perlu perawatan. Sedangkan rangka kayu yang menggunakna genteng metal akan cepat keropos. Jika kualitas genteng keduanya tidak bagus dan menyebabkan air merembes, maka baja ringan masih lebih tahan lama dibanding kayu. Namun, kalau rangka baja ringan sudah berkarat, maka harus diganti total. Berbeda dengan rangka kayu yang hanya perli mengganti reng dan usuk.(4)
baja ringan
Keempat adalah aspek kesehatan. Rangka kayu tidak berdampak untuk kesehatan. Sedangkan kandungan baja ringan berbahan dasar carbon steel. Jika memilih baja ringan yang sesuai SNI, maka baja ringan tidak akan berdampak buruk pada kesehatan.

Jika anda memilih rangka kayu, perlu diketahui bahwa penggunaan kayu tidak seimbang dengan produksi kayu. Apalagi limbah rangka atap kayu hanya bisa menjadi kayu bakar. Hal ini akan berdampak bagi lingkungan hidup. Baja ringan juga menggunakan bahan hasil tambang yang dampak lingkungannya perlu dikaji mendalam. Limbah baja ringan masih bisa didaur ulang. Dari aspek lingkungan dan limbang, baja ringan masih lebih unggul. 

Tips Memilih Baja Ringan

Memilih baja ringan yang sesuai standart SNI adalah kewajiban yang harus dilakukan. Selain itu ada beberapa tips memilih baja ringan sebelum membeli, yaitu :
  1. Cek kualitas. Kualitas baja ringan paling bagus memiliki SAE grade 980 dan tegangan tarikan 550 Mpa (G550). Semakin besar nilainya, maka semakin bagis dalam menahan tegangan tarikan. 
  2. Pertimbangkan lapisan anti korosi. Lapisan galvalum tidak boleh <150 gr/m2 dan lapisan galvanis tidak boleh <180 gr/m2. Jika anda membeli baja ringan di bawah nilai itu, baja ringan tidak bisa tahan lama. 
  3. Jika siap membeli baja ringan, anda harus membeli batang penyangga (Bracing) dalam jumlah yang cukup dengan baja ringan yang dibeli. Sebaiknya konsultasi dengan arsitek atau tukang bangunan untuk menentukannya.
  4. Pilih baja ringan hasil potongan pabrik pembuat agar memudahkan tukang, sehingga waktu pengerjaan lebih efisien. Potongan pabrik juga dijamin rapi. 
  5. Pastikan diberikan garansi. Bukan hanya garansi pemakaian dan instalasi, tetapi garansi produksi bahwa baja ringan sudah diuji coba ketahanannya terhadal nilai tegangan tarikan tinggi dan lapisan anti korosi sudah sesuai ISO. 

*
(1) Kelas I : Kayu jati, sonokeling, ulin, dst. 
(2) Kelas II : Kayu bungur, akasia, rasamala, dst.
(3) Kelas III : Kayu pinus, meranti merah, sungkai, dst. 
(4) Paikun, Dosen Teknik Sipil Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi.

Reff : nikofour, eticon, nusaputra, impack-pratama.