12 Jenis Pintu Berdasarkan Material dan Fungsi, Jangan Salah Pasang

Pintu adalah salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah rumah. Selain untuk melindungi rumah, desain pintu juga menjadi estetika serta karakter suatu ruang maupun bangunan. Bahan material kayu ada dua, yaitu berbahan kayu dan non kayu. Jenis pintu kayu memang masih banyak dijumpai, tetapi ketersediaannya naik turun karena faktor alam. Untuk itulah banyak material lain yang kini semakin mendominasi sebuah rumah, dan tentunya tidak hanya kayu. 

Selain tampilan, ada yang perlu diperhatikan dalam memilih material pintu untuk rumah anda. Anda juga harus mempertimbangkan budget, fungsi dan gaya rumah. Ada beberapa jenis pintu yang hanya cocok untuk pintu depan saja, untuk pintu kamar mandi saja, untuk pintu gudang saja, dan sebagainya. Untuk itulah anda harus tau fungsi dari masing-masing bahan pintu yang akan dipilih. 

Anda juga perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan pintu untuk mengetahui lebih jelas apa yang anda butuhkan dalam pemilihan maupun pemasangan.

Berikut jenis pintu berdasarkan bahan materialnya :

1. Pintu Kayu

desain pintu minimalis
Kayu adalah material yang paling umum digunakan untuk desain pintu rumah. Pintu kayu ini cocok untuk segala jenis bangunan. Penggunaan material kayu juga tidak pada bagian kusen, tetapi juga daun pintunya. Dengan finishing yang baik, pintu kayu bisa menunjukkan sisi natural di rumah anda. 

Ada beberapa material kayu yang biasanya digunakan untuk membuat pintu, yaitu kayu solid dan kayu olahan. Kayu solid adalah yang paling sering dikenal. Bahan material ini merupakan hasil kayu alam yang langsung dipotong berdasarkan pemesanan, kemudian dibentuk menjadi beraneka model pintu. 

Kayu olahan berbahan dasar kayu solid yang melalui proses peleburan serbuk maupun proses penyusunan belahan-belahan kayu, kemudian dijadikan bahan jadi dengan ukuran tertentu yang hasilnya dikenal dengan nama triplek, teakwood, blockboard maupun papan MDF. 

Kelebihan dan Kekurangan pintu kayu :

  • Cocok digunakan untuk segala jenis rumah. 
  • Mudah dibentuk, sehingga beraneka ragam mulai yang polos hingga ukiran. 
  • Mampu menciptakan kesan natural pada hunian. 
  • Kayu solid tahan terhadap cuaca, tidak mudah tergores dan terkena noda.
  • Kayu solid cukup berat sehingga perlu kusen yang kokoh dan engsel yang kuat. 
  • Rentan terhadap proses pelapukan.
  • Kayu solid sulit didapat dengan kualitas baik karena kadang masa usia tebang belum cukup umur. 

2. Pintu Plipit

desain pintu minimalis

Pintu plipit (barn door) memang jarang diaplikasikan dalam rumah karena tergolong jenis pintu yang tradisional. Meski begitu, bukan berarti pintu ini tidak bermanfaat pada hunian. Pintu plipit merupakan pintu berangka kayu dengan penutup dari papan kayu yang disusun vertikal, sehingga kokoh. Baca : Kenali 7 Jenis Material Kayu untuk Furniture

Pintu plipit terdiri dari rangka horizontal pada bagian atas, tengah dan bawah. Sedangkan rangka vertikal sisi engsel berfungsi sebagai rangka penggantung, dan rangka vertikal sisi seberangnya berfungsi sebagai rangka penutup. Model pintu ini biasanya digunakan pada pintu kamar mandi, gudang, pintu kandang hewan ternak, pintu belakang dan sebagainya. 

Kelebihan dan Kekurangan pintu plipit :

  • Cocok untuk hunian gaya klasik dan tradisional. 
  • Material yang terbilang murah meriah. 
  • Struktur pintu terbuka dan terlihat, sehingga cocok diletakkan di ruang-ruang servis seperti gudang. 
  • Rentan terhadap proses pelapukan.
  • Jika diletakkan di kamar mandi, butuh lapisan seng agar cukup tahan terhadap air. 

3. Pintu Panel

desain pintu minimalis
Pintu panel terbuat dari beberapa komponen panel kayu seperti MDF, blockboard, HDF dan sebagainya. Pintu ini juga banyak digunakan karena faktor harga terjangkau dan fleksibilitas desain. Tak hanya monoton serba kayu, dengan desain framepintu panel juga bisa dikombinasikan dengan material kaca.

Kelebihan dan Kekurangan pintu panel :

  • Desain fleksibel karena bisa divariasikan.
  • panelnya dapat dibuat menjadi kaca.

4. Pintu Flush

desain pintu minimalis
Pintu flush terdiri dari kerangka kayu/MDF/particle board,  yang ditutup dengan triplek 3mm, kemudian diberi lapisan seperti veneer/HPL/cat duco. Pintu ini cukup ringan karena memiliki bagian kosong di tengahnya. Kadang, bagian tengah diisi dengan kertas honeycomb atau gabus. 

Pintu flush yang memiliki model dan desain yang polos ini biasanya dipasang di dalam ruangan dengan sedikit penyesuaian finishing. Pintu ini lebih menitikberatkan fungsi daripada gaya. Sehingga, pintu ini cocok untuk desain ruangan yang menonjolkan unsur lain dalam ruang. 

Kelebihan dan Kekurangan pintu flush :

  • Banyak pilihan finishing, mulai dari veneer, cat duco, melamin, HDF, HPL, dan sebagainya. 
  • Cocok untuk interior, tidak cocok untuk eksterior. 
  • Tidak mampu meredam suara dengan baik. 
  • Kurang awet. 

5. Pintu Kaca

desain pintu minimalis

Pintu kaca sering digunakan sebagai pembatas antara ruang tengah dan bagian outdoor. Material kaca yang mudah ditembus cahaya ini, membuat pintu kaca cocok digunakan pada ruangan yang membutuhkan sinar matahari atau cahaya alami. 

Pintu kaca memiliki kesan pertama yang elegan, modern dan bersih. Pintu kaca yang tembus pandang tentu memiliki tingkat privasi yang rendah. Namun anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan jenis kaca sandblast atau kaca buram. 

Pintu kaca tempered adalah salah satu pilihan material yang paling populer karena banyak memiliki keunggulan, terutama ketahanan 5x lipat daripada pintu kaca biasa. Kaca ini bila pecah, maka butiran pecahannya akan berwujud butiran bola yang dapat meminimalisir bahaya bagi penghuni rumah. 

Kelebihan dan Kekurangan pintu kaca :

  • Menciptakan kesan bersih, luas dan terang pada hunian. 
  • Material kaca tempered tidak mudah pecah dan memiliki daya tahan tinggi. 
  • Kaca tempered memiliki berbagai macam jenis dimensi dan bentuk untuk berbagai macam keperluan.
  • Mudah dalam pembersihan.
  • Material kaca mudah pecah, dan bila retak tidak bisa diperbaiki. 
  • Sinar matahari mampu masuk hingga 90%, menyebabkan ruang menjadi panas. Jika menggunakan AC membuatnya boros daya dan kurang maksimal. 
  • Bila sering terkena hujan, mudah terjadi oksidasi (buram berkerak), sehingga perlu dibersihkan secara berkala. 
  • Memberikan pemanasan bumi akibat pantulan sinar. 

6. Pintu Baja

desain pintu minimalis

Pintu baja (steel door) terbuat dari bahan plat baja yang selama ini dikenal tahan cuaca, tahan panas dan anti rayap. Baja merupakan material yang terbuat dari campuran besi dan karbon, sehingga memiliki tingkat kekuatan yang sangat tinggi. Meski banyak orang menganggapnya mahal, pintu baja sangat diminati para pengembang perumahan karena keunggulannya. 

Pintu baja memiliki banyak fitur modern yang tidak dimiliki pintu biasa. Kerangkanya dipasang peredam suara berupa karton yang dipress, sebagai penahan agar tidak mudah penyok. Selain itu pada kusen juga dipasang karet agar tidak menimbulkan bunyi saat ditutup. Baca : 12 Pilihan Model Pintu Untuk Mempercantik Rumah Idaman.

Menggunakan pintu baja akan membuat hunian anda tampil beda. Anda bisa memilih tipe pintu baja sesuai dengan hunian, seperti single door (motif), double door (polos/motif), garage door, stainless steel door atau emergency door. 

Kelebihan dan kekurangan pintu baja :

  • Mudah dibersihkan daripada pintu kayu.
  • Model bervariasi yang bisa meningkatkan tampilan rumah anda. 
  • Tahan api, tahan segala cuaca, tahan rayap. 
  • Tingkat keamanan tinggi. 
  • Memiliki finishing yang bagus. Ada yang menggunakan tekstur urat kayu alami, sehingga mirip pintu kayu.
  • Fitur modern dan tampil beda. 
  • Meski dapat diperindah dengan warna, harus menggunakan cat khusus baja.
  • Mudah berkarat jika terlalu sering diterpa hujan. 

7. Pintu Plat Besi

desain pintu minimalis

Material plat besi biasanya digunakan untuk pintu garasi, pintu pabrik, pintu bangunan perbengkelan dan untuk ruangan kedap api. Seperti pintu baja, pintu plat besi juga mempunyai kekuatan cukup tinggi, tahan api dan kuat terhadap benturan. Pintu plat besi jarang digunakan pada hunian dan lebih banyak dipasang pada bangunan-bangunan industri dan pergudangan.

Kelebihan dan kekurangan pintu plat besi :

  • Kuat, tahan api, tahan benturan. 
  • Rentan terhadap air dan kondisi lembab, membuatnya mudah berkarat. 
  • Semakin tipis ukuran plat, semakin mudah keropos.  

8. Pintu PVC

desain pintu minimalis
PVC (Poly Vinyl Chloride) adalah bahan plastik yang sering ditemukan pada pipa atau tangki air. Pintu berbahan PVC ini paling banyak digunakan sebagai pintu kamar mandi dan kurang cocok jika dijadikan pintu utama rumah. Pintu PVC memang tidak sekokoh pintu kayu atau aluminium, tetapi pintu ini mudah dibersihkan dan mudah dalam perawatannya. 

Kelebihan dan kekurangan pintu PVC :

  • Beban ringan. 
  • Corak warna dan motif bagus.
  • Anti rayap dan tahan kelembaban. 
  • Tidak tahan pada cuaca ekstrim. 

9. Pintu uPVC

desain pintu minimalis

uPVC (Unplasticized Ply Vinyl Chloride) adalah PVC yang diperkuat dengan bahan unplasticized, membuatnya lebih  kuat dan kaku. Material dengan aplikasi teknologi tinggi ini sangat mudah dibentuk dan mampu tahan terhadap api, air, serta benturan. 

Material uPVC sangat hemat energi, dari pembuatan, pemakaian, hingga bisa didaur ulang. Pintu uPVC tersedia dalam ukuran standar pintu rumah dan diproduksi dalam beberapa motif, mulai polos, bermotif hingga gabungan unsur material kaca. Material pintu ini cocok digunakan pada bangunan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. 

Kelebihan dan kekurangan pintu uPVC :

  • Ramah lingkungan.
  • Mudah dibentuk. 
  • Tersedia beragam motif. 
  • Relatif lebih berat dibanding aluminium dan PVC.
  • Pemasangannya susah dan tidak semua tukang dapat memasangnya. 

10. Pintu HPL

desain pintu minimalis

HPL (High Pressure Laminate) adalah bahan pelapis buatan yang sangat populer, karena banyak digunakan pada payu olahan. HPL berbahan dasar polimer dengan proses tekan laminasi yang tinggi. HPL ini hanya digunakan sebagai pelapis akhir. Sehingga daun pintu bisa dibentuk bermacam motif yang diinginkan. 

Semakin banyak pemakaian kayu olahan, semakin banyak juga HPL ini digunakan. Bahkan di antara produk furniture lain yang menggunakan HPL, pintu menjadi salah satu produk yang banyak dipakai orang.

Kelebihan dan kekurangan pintu HPL :

  • Lebih murah dibanding pintu dari kayu solid kelas 1. 
  • Ringan dan cocok untuk daerah rawan gempa. 
  • Tersedia dalam banyak varian warna dan motif. 
  • Memiliki kesan modern dan minimalis. 
  • Tahan air dan beberapa tahan gores dan tahan panas. 
  • Keawetannya masih kalah dibanding jenis pintu yang lain. 
  • Tak memiliki tekstur menarik seperti kayu. 
  • Kekokohan yang kurang menimbulkan kesan kurang elegan. 
  • Tidak bisa dicat ulang seperti kayu. 

11. Pintu Fiberglass

desain pintu minimalis

Material fiberglass lebih memiliki banyak keunggulan dibanding material kayu dan kaca. Selain daya tahan yang lama, menggunakan desain pintu berbahan fiberglass dapat mempercantik hunian anda, khususnya area depan rumah. Fiberglass bisa dipadukan dengan panel kayu untuk menambah nilai estetikanya. Beberapa diantaranya juga memiliki tekstur seperti kayu. 

Pintu rumah minimalis dari fiberglass anti penyok dibanding aluminium dan baja. Pintu ini juga bisa dicat seperti pintu kayu untuk menjaga penampilannya. Sayangnya, jika dicat akan mudah luntur karena tidak memiliki pori. 

Kelebihan dan kekurangan pintu fiberglass :

  • Tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca. 
  • Tampilannya elegan, mewah, tidak kalah dengan desain pintu kayu. 
  • Kuat, ringan dan aman digunakan. 
  • Dapat menjaga keseimbangan suhu karena memiliki sifat hemat energi. 
  • Tidak memiliki pori, sehingga mudah luntur jika dicat.

12. Pintu Aluminium

desain pintu minimalis
Pintu yang dikenal ringan dan murah ini bisa menjadi pilihan untuk desain pintu rumah. Pintu aluminium sangat cocok untuk bangunan fungsi kantor dan bangunan berlantai - karena sifatnya yang ringan. Kekuatannya terhadap air juga membuatnya cocok dipasang di area basah seperti kamar mandi. 

Produk aluminium beraneka ragam, mulai dari yang berwarna dasar aluminium, coklat, finishing cat hingga motif serat kayu. Jika ingin menggunakan material pintu ini, pastika memilih aluminium yang memiliki kualitas mutu tinggi. 

Kelebihan dan kekurangan pintu aluminium :

  • Ringan dan anti terhadap tegangan mekanik. 
  • Tak mudah rapuh dan memiliki daya tahan yang kuat. 
  • Ramah lingkungan. 
  • Tanpa menggunakan pewarnaan khusus, pintu ini memiliki warna modern seperti chrome. 
  • Pemasangannya mudah. 
  • Umumnya bentuk pintu siku tanpa ukiran atau modifikasi lainnya. 
  • Mudah terkena proses oksidasi alam karena asam air hujan. 

Itu adalah 12 jenis pintu berdasarkan material yang bisa menjadi pilihan untuk menyempurnakan desain rumah idaman anda. Untuk memilih jenis pintu, sebaiknya pertimbangkan gaya rumah dan fungsi. Semoga artikel Jenis Pintu Rumah bermanfaat!