Dinding Retak?, Ketahui Sebab dan Solusi yang Tepat

Mengatasi Tembok Retak. Menghuni rumah yang terlihat baru dan bersih pastinya membuat anda sekeluarga nyaman. Lalu bagaimana jika di suatu waktu, ketika melihat lebih dekat, anda menemukan ada celah disana?. 

Ya... tembok retak adalah salah satu masalah yang cukup mengganggu di dalam sebuah hunian, karena pasti akan membuat tampilan rumah tidak menarik. Tentu anda juga bertanya-tanya, kenapa dinding rumah bisa retak?.

Mengatasi Dinding Retak
Retak pada dinding tidak hanya terjadi pada bangunan lama saja. Bahkan rumah yang baru dibangun juga bisa mengalami tembok retak. Indikator struktural yang baik adalah melihat seberapa lama dan besar retakan pada dinding. 

Jika besar retakan (lebih dari 1,5 inch) tetap ada setelah dilakukan perbaikan, atau anda menjadi kesulitan ketika menutup pintu dan jendela, maka hal itu mungkin menandakan masalah struktural. Dalam hal ini, anda membutuhkan seorang profesional untuk menangani tembok retak tersebut. 

Lain halnya dengan retakan non struktural, yaitu retak rambut (hairline crack) yang cenderung muncul di dekat jendela dan pintu. Retakan halus bisa muncul karena berbagai alasan. Sehingga, anda harus mengidentifikasi penyebab dan cara memperbaiki celah dengan benar untuk mengatasinya, sekaligus menghindari situasi serupa di masa depan. 

Penyebab Tembok Retak

Ada banyak faktor penyebab tembok retak, dan hal itu mempengaruhi jenis keretakan yang terjadi pada tembok. Berikut beberapa penyebab tembok retak :

1. Kontraksi dan Ekspansi

Hal ini terjadi ketika bahan-bahan (cat, plester) yang membentuk dinding anda mengembang karena fluktuasi tingkat kelembaban dan perubahan suhu. 

Biasanya masalah ini terjadi jika dinding berada di dalam ruangan ber-AC secara berkala atau sedikit menghadap matahari sore. Gerakan kontraksi dan ekspansi ini dapat menyebabkan retakan helai rambut muncul. 

2. Cat Berkualitas Rendah

Cara Mengatasi Dinding Retak

Selain memutuskan warna favorit pada dinding, perhatikan juga kualitas cat yang digunakan. Cat berkualitas rendah menghasilkan adhesi cat yang buruk di dinding dan menyebabkan keretakan seiring berjalannya waktu.

Selain itu, menggunakan cat yang berbeda untuk setiap lapisan juga menyebabkan retakan pada dinding. Anda harus tetap konsisten menggunakan cat berkualitas tinggi. Bukannya lebih baik sekarang, daripada melakukan perbaikan nantinya?

3. Ketidaksabaran Proses Plester

Kesabaran adalah cara terbaik untuk hasil yang baik pula. Tidak membiarkan plester semen benar-benar kering sebelum mengaplikasikan cat, adalah faktor yang cukup umum penyebab tembok retak. Sebaiknya anda lebih bersabar dalam proses daripada membeli cat baru untuk memperbaiki dinding nantinya. 

4. Pengecatan Tidak Optimal

Mengecat seluruh rumah memang menjadi pekerjaan yang cukup lama dan melelahkan. Sehingga ada banyak waktu untuk melewati setiap proses-proses penting, seperti yang telah disebutkan pada poin 3. Pekerjaan yang baik membutuhkan waktu dan anda harus meminimalkan segala kesalahan dalam proses pengecatan. 

5. Kerusakan Struktur

Mengatasi Dinding Retak

Kadang, dinding rumah yang sudah dibangun dan dicat dengan baik, tetap bisa mengalami keretakan. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari luar, seperti gempa bumi dan benturan yang keras. Jika hal itu terjadi pada rumah yang baru dibangun, tentu saja plester akan retak. 

Penyebab tembok retak bisa juga karena kegagalan struktur dalam menahan beban berat. Pembebanan terlalu berat dari atas hingga bawah menyebabkan retak karena tekanan.

Hal ini terjadi karena tiang penyangga bangunan tidak bekerja maksimal, sehingga beban ditumpu oleh dinding. Untuk itulah anda harus benar-benar mencari tenaga profesional untuk mengerjakan konstruksi rumah anda agar tidak mengalami kegagalan struktur. 

6. Acian dan Plester Tidak Sesuai Ketentuan

Acian diperlukan untuk membuat dinding tampak rapi dan indah. Jika plesteran diaplikasikan tepat di atas permukaan dinding, maka acian diterapkan setelah lapisan plester untuk membuat tekstur dinding lebih halus dan rapi. 

Bahan acian dibuat dengan campuran semen dan air secukupnya, tidak terlalu encer atau terlalu kental. Dalam hal ini, gunakan semen dengan kualitas baik untuk hasil yang baik pula.

Acian dan Plester bisa menyebabkan tembok retak jika takaran keduanya tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu, kadang acian dikerjakan sebelum plester kering dengan sempurna, dengan kata lain proses penyusutannya belum selesai. 

Umumnya, perbandingan adukan yang dipakai untuk plesteran adalah 1 semen : 2 pasir untuk dinding bagian bawah (kedap air). Sedangkan untuk bagian tengah dan atas adalah 1 semen : 4 pasir.

7. Kualitas Pasangan Dinding

Mengatasi dinding Retak

Menggunakan batu bata dengan kualitas seadanya juga bisa menjadi penyebab utama dari keretakan dinding. Batu bata dan perekat dengan kualitas kurang baik bisa mengakibatkan pecahnya pasangan bata. Sehingga, plester akan retak dan anda harus membutuhkan biaya lagi untuk perbaikan. 

8. Perbedaan Bahan

Biasanya, keretakan dinding juga bisa terjadi karena semen tidak mampu menempel dengan bahan tertentu, seperti kayu dan plastik. Beberapa komposisi bahan yang menyebabkan tembok retak, misalnya struktur beton dengan bata, batu dengan kayu, plesteran dengan pipa listrik atau pipa air di dalam dinding. 

Cara Mengatasi Tembok Retak 

Mengatasi Dinding Retak

Entah ditemukan di lapisan dinding manapun, retakan pada dinding selalu merusak pemandangan. Umumnya tembok retak disebabkan oleh penyesuain alami dari waktu ke waktu. Sehingga anda juga bisa memperbaikinya kapanpun anda mau. 

Anda bisa memperbaiki tembok retak sendiri dengan menggunakan alat dan bahan sederhana dari toko bangunan. Namun jika retak dinding kering atau distorsi permukaan parah, yang berpotensi masalah struktural, anda harus memakai jasa bangunan profesional untuk memperbaikinya. 

Berikut beberapa cara memperbaiki tembok retak :

1. Cari Penyebabnya

Jika menemukan keretakan pada dinding, jangan terburu-buru menambalnya asal-asalan. Perhatikan lebih dulu apakah keretakan terjadi pada elemen struktur, pada pasangan bata atau hanya pada plesteran atau acian. 

Ada tiga jenis keretakan dinding ringan, yaitu : 


  1. Keretakan Helai Rambut (Hairline Crack)
  2. Keretakan Menjalar (Spreading Crack)
  3. Keretakan Melebar (Wide Crack)
Jenis Keretakan dinding

Keretakan non struktur tersebut umumnya memiliki lebar kurang dari 1mm. Perbaikannya hanya perlu diperbaiki dengan mengupas plester dan aci pada bagian yang retak, kemudian menambalnya.

Namun jika retak struktur, apalagi memiliki lebar lebih dari 2 mm, maka harus diperbaiki dengan merenovasi konstruksi fisik bangunan rumah. Tentunya anda harus menggunakan jasa profesional. 

2. Menutupi Dengan Cat Dasar

Mengatasi Dinding Retak

Memperbaiki tembok retak rambut (hairline crack) bisa menggunakan cat dasar untuk menutupi retakan. Anda bisa memulainya dengan membuang puing-puing apapun di dalam retakan. Caranya bisa divakum atau dikikis dengan cutter.

Kemudian oleskan cat dasar atau base coat ke dalam celah retakan. Lapisi sebanyak mungkin untuk mengisi celah dan biarkan kering. Setelah kering, amplas lapisan agar halus dan rata ke dinding. Kemudian cat dengan lateks primer diikuti cat tembok, agar bisa berbaur baik dengan sisa dinding. 

3. Bongkar Pasangan

Dinding retak

Perbaikan dinding tergantung kedalamannya. Jika retak sampai batu bata, maka bongkar lapisan dan gantikan dengan bata baru. Pastikan bata sudah kering sebelum kembali diplester dan aci ulang. 

Jika retak terjadi karena tidak homogennya plesteran dengan pipa, lapisi pipa dengan kawat ayam sebelum melakukan plester dan aci ulang.

4. Gunakan Jasa Bangunan Profesional

Tembok retak bisa terjadi dimana saja, tergantung penyebabnya. Ada berbagai kasus dinding retak, seperti retak struktur bata-plester-acian, retak struktur plester-acian, retak plester-acian pada saluran pipa, retak karena penyusutan dan sebagainya. 

Keretakan tersebut tentu cukup merepotkan, dan lebih baik jika diatasi oleh orang profesional dibidangnya, agar kelak tidak terjadi lagi keretakan pada dinding rumah anda.

Tips Mencegah Tembok Retak

Dinding Retak

Ada beberapa tips agar tembok anda tidak mudah retak. Hal ini tentunya harus anda perhatikan saat pengerjaan dinding dan setelahnya. Berikut beberapa tips agar tembok kokoh dan tidak mudah retak :
  • Perhatikan Proses Plesteran : Pastikan adonan semen rata, sehingga saat pelapisan juga rata. Jangan sampai ada gumpalan semen yang digunakan untuk pelapisan. Hal itu akan membuat resiko dinding rusak lebih cepat. 
  • Jangan menggunakan pasir plesteran yang mengandung lumpur, karena bisa membuat permukaan dinding menyusut saat kering. 
  • Jangan melakukan plesteran jika dinding batu bata masih basah. Hal itu menyebabkan air terperangkap dan membuat dinding lembab yang beresiko mudah retak. 
  • Lakukan proses acian saat plesteran sudah kering. Waktu yang tepat untuk pengacian dinding dalam adalah 2 - 3 minggu. Sedangkan untuk dinding luar bisa lebih singkat. 
  • Basahi dinding dengan air sebelum pengacian agar pengacian tidak cepat kering. Semen putih membutuhkan air untuk hidrasi, sehingga jika acian mudah kering maka hasilnya bisa lunak dan berdebu. 
  • Perhatikan tebal acian : Dinding mudah rusak karena tebal acian yang tidak benar. Tebal acian harunya antara 1 - 3 mm. 
  • Pastikan tidak ada lubang atau celah udara hasil pelapisan. Celah udara akan membuat kualitas dinding buruk dan mudah rusak. Cara menghindari lubang adalah dengan pengadukan bahan yang rata dan memperhatikan tebal tipis lapisan .

Dinding retak menjadi masalah yang hampir ada di setiap bangunan. Meski jarang ada kasus retak non struktural, tetapi retak rambut masih banyak terjadi. Untuk itu, carilah aplikator berpengalaman agar standar mutu dan kerapian pekerjaan lebih terjaga. 

Selain itu jangan segan untuk menggunakan bahan dengan kualitas terbaik untuk hunian anda, agar dalam waktu dekat anda tidak perlu repot-repot merenovasinya lagi hanya karena masalah tembok retak. Semoga artikel Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Retak bermanfaat!.